Penyakit Demam Berdarat Dengue (DBD) adalah penyakit yang sangat berbahaya jika tidak cepat ditangani dengan benar karena bisa mematikan. Virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes Aegiptyyang dapat menyebabkan kematian ini bisa diketahui dari gejalanya antara lain panas demam tinggi yang mendadak, nyeri sendi dan di badan, rasa mual-mual ingin muntah,sakit kepala di sekitar dahi, wajah berwarna kemerahan, suka timbul bercak-bercak merah di kulit, trombosit dan leukosit darah turun serta hematokrit naik.
Kurang lebih sudah 3 bulan wabah DBD menyerang wilayah Kecamatan Singkawang Utara khususnya di Kelurahan Setapuk Besar. Sampai hari ini, ditemukan 2 anak penderita DBD meninggal di Rumah Sakit Abdul Azis dan Rumah Sakit Harapan Bersama, sementara pasien lain di wilayah ini yang dirujuk ke rumah sakit berjumlah lebih dari 20 orang anak. Sehingga beberapa rumah sakit di Kota Singkawang dipenuhi dengan pasien DBD.
Pengalaman Abdul Malik yang merujuk pasien DBD dari Puskesmas Kecamatan Singkawang Utara beberapa waktu yang lalu, 2 pasien anak-anak dalam kondisi trombosit sangat rendah dan harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Azis (Jumat, 3 Oktober 2014).
Saat merujuk, Malik mengalami kendala pada Ambulance Puskesmas dalam kondisi rusak sehingga dia menggunakan ambulance hibah salah satu anggota DPRD Kota Singkawang.
Menurut Malik, salah satu tokoh Forum Peduli Kesehatan di Kecamatan Singkawang Utara, penanganan kasus DBD masih kurang. Upaya pencegahan yang telah dilakukan oleh pihak puskesmas sampai saat ini hanya berupa fogging dan pembagian abate.Upaya ini belum dapat menurunkan angka korban DBD di wilayah ini.
“Kami sangat khawatir dengan kondisi ini, warga mengharapkan tindakan serius dari Dinas Kesehatan Kota Singkawang untuk dapat menanggulangi wabah DBD yang semakin merajalela,” ujar ayah yang memiliki 4 orang anak ini, Selasa (7/10). Neli (JW)
Sumber : Jurnalis Warga Singkawang
0 komentar:
Posting Komentar