Sekitar pukul 14.00, Kamis (23/10) kemarin seorang nenek tewas gantung diri di kediamannya, di Kelurahan Kuala, Singkawang Barat. Diduga korban nekat menghabiskan nyawanya karena kesal dengan penyakit yang diderita tak kunjung sembuh.
Pada saat kejadian korban hanya sendirian tidak ada pihak keluarga di rumah. Sehingga pelaku nekad menggantung diri di tiang pintu kamar dengan menggunakan kabel listrik.
“Awalnya kami tidak menduga, ibu nekad bunuh diri. Selama ini ibu memang sering mengeluh karena sakitnya tidak kunjung sembuh. Kakinya membengkak selama lima bulan akibat tertusuk kayu,” ucap anak perempuan korban, kepada Pontianak Post.
Dia menyampaikan pada saat kejadian tidak ada orang di rumah. Dirinya pada saat itu berada di kediamannya sendiri yang tidak jauh dari rumah ibunya tersebut.
Ia mengatakan setiap pagi dirinya selalu pulang kerumah ibunya untuk memasakan makanan. Sedangkan adik laki-lakinya ini yang tinggal berdua bersama ibunya. Tapi, adiknya ini setiap harinya selalu tidak ada di rumah karena bekerja.
“Di rumah ini hanya ada ibu dan adik. Hanya mereka berdua. Kalau pagi hingga sore, adik saya bekerja. Jadi tidak ada yang menemani, saya hanya sebentar-sebentar saja menjenguk,” paparnya.
Kapolsek Singkawang Barat AKP Suhar membenarkan adanya nenek tua mati gantung diri. Dari keterangan saksi yang terlebih dahulu ke rumah. Akhirnya ia kembali lagi dan mengatakan kepada Bong Fun Khian yang pada saat itu berada di luar rumah.
Setelah itu saksi kedua, Fun Khian pun masuk dan melihat langsung di ruangan keluarga atau ruang tamu. Tepat di depan kamar mendapati korban sudah tergantung dengan menggunakan tali kabel warna putih yang terikat di tiang kamar, posisi kaki kanan korban menginjak kursi plastik warna biru dan kaki kiri menjejak lantai.
Disamping itu saat kejadian korban memakai kaos putih lengan panjang dan memakai celana panjang warna abu-abu. Di bawah korban terdapat cairan warna coklat kekungi-kuningan (urine).
“Adapun penyebab korban gantung diri masih belum di ketahui. Namun dari keterangan saksi, korban diduga terkena penyakit kencing manis yang dideritanya tak kunjung sembuh dan korban merasa putus asa,” paparnya. (irn)
“Awalnya kami tidak menduga, ibu nekad bunuh diri. Selama ini ibu memang sering mengeluh karena sakitnya tidak kunjung sembuh. Kakinya membengkak selama lima bulan akibat tertusuk kayu,” ucap anak perempuan korban, kepada Pontianak Post.
Dia menyampaikan pada saat kejadian tidak ada orang di rumah. Dirinya pada saat itu berada di kediamannya sendiri yang tidak jauh dari rumah ibunya tersebut.
Ia mengatakan setiap pagi dirinya selalu pulang kerumah ibunya untuk memasakan makanan. Sedangkan adik laki-lakinya ini yang tinggal berdua bersama ibunya. Tapi, adiknya ini setiap harinya selalu tidak ada di rumah karena bekerja.
“Di rumah ini hanya ada ibu dan adik. Hanya mereka berdua. Kalau pagi hingga sore, adik saya bekerja. Jadi tidak ada yang menemani, saya hanya sebentar-sebentar saja menjenguk,” paparnya.
Kapolsek Singkawang Barat AKP Suhar membenarkan adanya nenek tua mati gantung diri. Dari keterangan saksi yang terlebih dahulu ke rumah. Akhirnya ia kembali lagi dan mengatakan kepada Bong Fun Khian yang pada saat itu berada di luar rumah.
Setelah itu saksi kedua, Fun Khian pun masuk dan melihat langsung di ruangan keluarga atau ruang tamu. Tepat di depan kamar mendapati korban sudah tergantung dengan menggunakan tali kabel warna putih yang terikat di tiang kamar, posisi kaki kanan korban menginjak kursi plastik warna biru dan kaki kiri menjejak lantai.
Disamping itu saat kejadian korban memakai kaos putih lengan panjang dan memakai celana panjang warna abu-abu. Di bawah korban terdapat cairan warna coklat kekungi-kuningan (urine).
“Adapun penyebab korban gantung diri masih belum di ketahui. Namun dari keterangan saksi, korban diduga terkena penyakit kencing manis yang dideritanya tak kunjung sembuh dan korban merasa putus asa,” paparnya. (irn)
Sumber : Pontianakpost
0 komentar:
Posting Komentar