Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syarif Abdurahman Kota Singkawang kembali mewisuda Sarjana Program Strata Satu Program Pendidikan Agama Islam.
Ketua STIT Syarif Abdurrahman, Arnadi Arkan mengatakan jika sekarang usai STIT sudah 24 tahun. Sepanjang perjalananan itu STIT sudah meluluskan 1.325 Sarjana Pendidikan Agama Islam.
Para alumni inipun, jelas dia sudah tersebar di berbagai daerah di Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Kepulauan Riau. Mereka terserap di lembaga-lembaga pemerintahan sebagai PNS dan Swasta. “IPK tertinggi kita, 3,75,” kata dia.
Arnadi menyebutkan jika di era reformasi semakin membutuhkan SDM yang terampil dan memiliki kompetensi yang jelas. Termasuk Guru Pendidikan Agama Islam. Karena itu, sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memproduksi Guru Pendidikan Agama Islam maka STIT Syarif Abdurrahman harus terus menerus melakukan sinkronisasi dengan kondisi kekinian dan mampu memprediksi kebutuhan pada masa yang akan datang.
“Kami berkeyakinan STIT ini bisa menjadi kebanggan umat Islam di Kalbar, khususnya di Singkawang dan bersatu padu menyonsong kemajuan,” harapnya.
Untuk mencapai itu, lanjut dia, STIT akan melakukan perbaikan pada komponen pokok seperti peningkatan kualifikasi akademik tenaga dosen, sarana dan prasarana perkuliahan, serta bentuk-bentuk pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap wisudawan dan wisudawati bisa terus menerus mengasah kemampuan diri untuk menjadi Guru Agama Islam yang memiliki potensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional yang tinggi,” kata dia.
Lebih lanjut Arnadi berterima kasih kepada orangtua wali mahasiswa dan keluarga yang telah memberikan kepercayaan untuk mendidik anak-anaknya. “Saya mohon maaf jika dalam proses perkuliahan hingga selesaia ada hal-hal yang kurang berkenan,” kata dia.
Dia juga berterima kasihs kepada Pemkot Singkawang dan Pemprov Kalbar yang sudah berkenan memberikan kesempatan kepada STIT Syarif Abdurrahman untuk berkiprah membantu pemerintah daerah khususnya dalam membanguun sumber daya manusia di bidang pendidikan, searah amanat UU Pendidikan. (mse/pk)
Para alumni inipun, jelas dia sudah tersebar di berbagai daerah di Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Kepulauan Riau. Mereka terserap di lembaga-lembaga pemerintahan sebagai PNS dan Swasta. “IPK tertinggi kita, 3,75,” kata dia.
Arnadi menyebutkan jika di era reformasi semakin membutuhkan SDM yang terampil dan memiliki kompetensi yang jelas. Termasuk Guru Pendidikan Agama Islam. Karena itu, sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memproduksi Guru Pendidikan Agama Islam maka STIT Syarif Abdurrahman harus terus menerus melakukan sinkronisasi dengan kondisi kekinian dan mampu memprediksi kebutuhan pada masa yang akan datang.
“Kami berkeyakinan STIT ini bisa menjadi kebanggan umat Islam di Kalbar, khususnya di Singkawang dan bersatu padu menyonsong kemajuan,” harapnya.
Untuk mencapai itu, lanjut dia, STIT akan melakukan perbaikan pada komponen pokok seperti peningkatan kualifikasi akademik tenaga dosen, sarana dan prasarana perkuliahan, serta bentuk-bentuk pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap wisudawan dan wisudawati bisa terus menerus mengasah kemampuan diri untuk menjadi Guru Agama Islam yang memiliki potensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional yang tinggi,” kata dia.
Lebih lanjut Arnadi berterima kasih kepada orangtua wali mahasiswa dan keluarga yang telah memberikan kepercayaan untuk mendidik anak-anaknya. “Saya mohon maaf jika dalam proses perkuliahan hingga selesaia ada hal-hal yang kurang berkenan,” kata dia.
Dia juga berterima kasihs kepada Pemkot Singkawang dan Pemprov Kalbar yang sudah berkenan memberikan kesempatan kepada STIT Syarif Abdurrahman untuk berkiprah membantu pemerintah daerah khususnya dalam membanguun sumber daya manusia di bidang pendidikan, searah amanat UU Pendidikan. (mse/pk)
Sumber : Pontianapost
0 komentar:
Posting Komentar