PHBI Singkawang Gelar Pawai 1 Muharram 1436 H

Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Singkawang berencana menggelar pawai karnaval untuk Menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1436 H, yang jatuh pada Sabtu ((25/10). Sekretaris PHBI Marsina M Daris, S. Ag mengatakan jika para peserta ini dari pengurus masjid/surau, Ormas Islam, Perguruan Tinggi, MI/SD, Mts/SMP, MA/SMA/SMK dan TPQ se-Kota Singkawang.

“Kita harapkan mereka bisa mengutus peserta dalam pawai karnaval ini,” kata dia, belum lama ini. Marsina menyebutkan jika kegiatan itu akan digelar di Lapangan Sepak Bola Tarakan. Rutenya, dari lapangan itu, kemudian ke Jalan Pemuda, Jalan Jend Sudirman, Jalan Nusantara, Jalan Setia Budi, Jalan Sejahtera, BNI, Jalan Diponegoro, Jalan Yos Sudarso, Jalan Masjid, Jalan Merdeka dan berakhir di Masjid Raya Kota Singkawang.
“Kita melakukan pawai karnaval ini dengan berjalan kaki,” kata dia. Di samping itu, lanjut dia, akan ada penilaian yang dilakukan untuk peserta lomba. Untuk itu ada persyaratan yang harus dipenuhi, mulai dari berpakaian muslim dan muslimah, membawa simbol-simbol keislaman, seperti onta, gajah, masjid dan lainnya yang bernuansa tahun baru Islam. Kemudian mengumandangkan shalawat, qasidah, dan lagu islami selama mengikuti pawai. Selanjutnya, setiap kelompok mengirimkan peserta 30 orang.  “Para memang akan mendapatkan tropy dan uang tunai. Untuk total hadiahnya Rp15 juta,” sebut dia.
Untuk itu, Marsina berharap masyarakat dapat berpartisipasi dalam pawai karnaval itu. Untuk pendaftaran, ujar dia, sudah dibuka hingga berakhir tepat tanggal 25 Oktober 2014. (mse)

Sumber : Pontianakpost

Bank Danamon Serahkan Bantuan Kepada Pedagang di Singkawang


Para pedagang yang ada di Pasar Beringin Kota Singkawang, Kamis (23/10) mendapat bantuan dana untuk perawatan MCK di sekitar komplek tersebut. Bantuan itu berasal dari yayasan Danamon Peduli melalui unit Danamon Simpan Pinjam Pasar Beringin Singkawang, dan diserahkan secara simbolis oleh Claster Manager Bank Danamon Pontianak, Stanislaus Andes.
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari pihak Bank Danamon ini. Dengan adanya bantuan ini, semoga betul-betul bermanfaat bagi kami yang ada di sini," ujar perwakilan pedagang Pasar Beringin Singkawang, Olen. Cluster Manager Bank Danamon Pontianak, Stanislaus Andes mengatakan, bantuan ini adalah semata-mata untuk membangkitkan semangat para pedagang untuk peduli lingkungan di sekitarnya.
Menjadikan Pasar Pintar dan Sejahtera, tentunya dapat memberikan nilai jual yang tinggi, karena masyarakat (konsumen) akan berbondong-bondong mendatangi Pasar Beringin. "Jika lingkungannya bersih, konsumen pun akan semakin ramai datang ke sini," kata dia. Ke depannya, Andes berharap bantuan ini dapat di tingkatkan lagi. Dalam kesempatan itu, Andes juga menyampaikan program Primajaga 100 Bank Danamon Simpan Pinjam. Artinya, para pedagang dapat menyisihkan penghasilannya ke program tersebut.
"Karena pekerja itu tidak selamanya selalu dalam keadaan sehat, pasti ada kalanya pekerja itu tidak sehat. Dengan adanya pengelolaan keuangan melalui program Primajaga 100 ini, bisa menjadi solusi yang baik bagi pedagang. Sisihkan keuangan untuk masa depan kita. Dan tentunya, melalui program ini juga kita akan bisa menjalin kerjasama yang baik," ajak dia.
Kepala Dinas Kesehatan Singkawang, A. Kismed melalui perwakilannya, Budi Triono turut berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Dan ini sangat penting. Mengingat sekarang ini banyak sekali wabah-wabah penyakit, maka perlu kita tingkatkan kebersihan lingkungan.
Apalagi kondisi Pasar Beringin Singkawang ini dituntut harus selalu bersih, sehingga nilai jualnya bisa lebih tinggi sehingga membuat konsumen akan semakin ramai. "Mulai sekarang, peliharalah MCK yang ada di Pasar Beringin ini. Dan melalui bantuan ini, diharapkan kerjasama antara pedagang dan Bank Danamon akan semakin baik," harap dia.
Sementara Kurniadi, selaku Regional Kalimantan Sales Marketing dan Manager, menambahkan jika bantuan itu bertujuan untuk membangun kembali hubungan antara pedagang dan Bank Danamon yang sudah terjalin sejak lama. Disamping itu, pihaknya hanya membantu mengangkat kesejahteraan para pedagang pasar. Secara kebetulan, berdasarkan survey yang sudah dilakukan, Pasar Beringin inilah yang tepat untuk diberikan bantuan berupa fasilitas umum (perawatan MCK) yang sangat dibutuhkan para pedagang. Harapan dia dengan bantuan itu, mengingatkan kembali bahwa kehadiran Bank itu adalah untuk semata-mata untuk membantu masyarakat. "Terlebih segmen kita bergerak di bidang mikro menengah ke bawah," kata dia. (mse/ser)\

SUmber : PontianakPost

Deklarasi Tidak Membuang Sampah di Singkawang


Ada yang berbeda dari rangkaian peringatan HUT RI ke 69 di Kota Singkawang 2014 dibanding tahun sebelumnya. Dimana Wali Kota Singkawang, Awang Ishak bersama dengan seluruh elemen masyarakat, pelajar dan mahasiswa pada Jum’at (16/8) akan mendeklarasikan tidak membuang sampah ke sungai.
Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Singkawang, Momie Muljomintarno yang juga Sekretaris peringatan HUT RI ke 69 Pemkot Singkawang menyebutkan selain acara pokok, dalam memperingati hari kemerdekaan juga diisi berbagai kegiatan tambahan lainnya. Di antaranya, disebutkan Momie, adalah kegiatan kerja bakti massal dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat Kota Singkawang, termasuk pelajar Sekolah Dasar (SD) hingga SMA serta Mahasiswa. Hal tersebut sebagai upaya untuk menciptakan kebersihan kota ini, khususnya bertujuan mengembalikan fungsi sungai dan agar terhindar dari sampah.
“Kita libatkan semua elemen, termasuk para pelajar dan mahasiswa. Tujuannya bagaimana pemkot berkeinginan sungai-sungai yang ada di Singkawang bebas dari sampah,” kata Momie Muljomintarno, Rabu (13/8) ditemui di ruang kerjanya. Dalam kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 06.00 WIB di sekitaran Jalan Budi Utomo. Dikatakan Momie, sekaligus akan ada deklarasi tidak membuang sampah ke sungai. “Walikota akan memimpin deklarasi tidak membuang sampah ke sungai,” katanya.
Sementara untuk rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke 69 di Kota Singkawang. Disebutkan Momie, pada Jum’at (15/8) pukul 19.30 WIB dengan acara pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di kantor Wali Kota. “Dalam pengukuhan yang dihadiri langsung Walikota nanti, akan diberikan support kepada Paskibra yang akan mengibarkan dan menurunkan bendera saat upacara HUT RI, agar mental para anak-anak bertambah,” katanya.
Kemudian pada Sabtu (16/8) malam akan dilaksanakan renungan suci bertempat di Taman Makam Pahlawan. Pada Minggu (17/8) pukul 7.30 WIB di Lapas Klas IIb Singkawang, dilaksanakan kegiatan pemberian remisi, yang rencananya dihadiri Wakil Wali Kota Singkawang. Dilanjutkan pada pukul 10.00 WIB, adalah upacara peringatan
Detik-detik proklamasi yang dilaksanakan di halaman kantor wali kota. Bertindak sebagai inspektur Upacara (Irup) adalah Wali Kota Singkawang, Awang Ishak. Kemudian pada sore harinya, yakni pukul 17.00 wib akan dilaksanakan upacara penurunan bendera.
Pada malam harinya, digelar resepsi kenegaraan. Dalam kegiatan ini, akan diberikan penghargaan kepada anak-anak Kota Singkawang berprestasi. “Di peringatan tahun ini, tidak ada kegiatan tabur bunga setelah pelaksanaan upacara seperti tahun-tahun sebelumnya, karena ini sesuai dengan instruksi Mensekneg,” katanya. Masih dalam suasana memeriahkan HUT RI, lanjut Momie, pada Senin (18/8) akan dilaksanakan pawai karnaval kemerdekaan yang mengambil tema jangan lupakan pengorbanan para pahlawan. Kegiatan ini diikuti pelajar mahasiswa serta masyarakat umum.
Momie menambahkan Pemkot Singkawang telah melakukan berbagai persiapan dalam rangka memeriahkan dan melaksanakan peringatan HUT RI. “Segala persiapan, mulai dari rapat kemudian melaksanakannya telah kitalakukan, pada Kamis (14/8) juga akan digelar rapat terakhir yang dipimpin Sekda Kota Singkawang selaku Ketua Umum peringatan HUT RI Pemkot Singkawang,” katanya.(fah)

Sumber : Pontianakpost

Gerakan Sedekah di Singkawang

sumber : Internet
Gerakan sedekah adalah gerakan sosial keagamaan, baik yang digaungkan oleh pemerintah dalam hal ini Badan Amil Zakat Daerah Singkawang, atau oleh Yayasan - yayasan semisal Al Mumtaz Peduli Singkawang. Gerakan Sedekah di Singkawang pun dimotori pula oleh sebuah entitas sosial bernama komunitas Sedekah Singkawang.

Sedekah Singkawang menggaungkan gerakan Sedekah melalui media sosial, menghidupkan kembali kedermawanan, kesukarelawanan di Kota Singkawang. Salah satunya misalnya turut dalam upaya aktivitas Komunitas Darah Segar Singkawang, dan lain sebagainya. Gerakan kerelawanan berbasis komunitas yang digagas oleh Sedekah Singkawang ini adalah untuk menunjukan bahwa aktivitas ini boleh dicoba sebagai alternatif bersama gerakan sosial di Kota Singkawang.


Daftar Jasa Penginapan Hotel Di Singkawang

Name
Class
Adress/Description
Phone 0562
Star 3

JLN. P. DIPONEGORO NO.1 SINGKAWANG, KALBAR
- Restaurant {24 hours}
- Cafe Terrace
- Lobby Lounge music
- Meeting rooms/banquette
- Swimming pool
- Starbox Discotheque
- Laundry service
- Free Hotspot/wi fi
- Drug store
631 244 ,  631 308
FAX631 491
VILLA BUKIT MAS SINGKAWANG
Star 1
JL. A.YANI PASIRAN SINGKAWANG, KALBAR
kolam renang, restoran & café life music karaoke.
333 5666, 333 6999
KHATULISTIWA HOTEL
Star 2
JL. P. DIPONEGORO NO. 25
631 816 F632 854
Prapatan  Hotel
Star 2
Jl. Sejahtera No. 1, Singkawang
636888, 631067  
Villa Kampung Batu 
Star 2
Jl. A. Yani Gg. Batu Mas, Singkawang

Palapa Beach Hotel 
Star 1
Jl. Pantai Pasir Panjang, Singkawang
633402
Sentosa  Hotel
Star 2
Jl. Kom. Yos Sudarso, Singkawang

Dangau Hotel Singkawang
Star 3
Ahmad Yani Street, Singkawang, Indonesia
637111
Kalbar Hotel Singkawang
Melati
Kepol Mahmud 1
631460
Rp.130.000 - Rp.200.000
Melati
Selamat Karman 17, Singkawang
Satellite TV [TOPTV & Parabola]
Kamar AC
Wireless internet service
Air hangat dengan tenaga listrik dan tenaga surya
Handuk, sabun, shampoo, air minum, dan dental kit
CCTV security 24/7
Koran harian (Pontianak Post, Kalbar Times, Tribun, dll)
631697
Natuna Hotel Singkawang
Melati
Raya Sedau, Singkawang
632047
Paseban Hotel Singkawang
Melati
Ismail Tahir 41
631449, 636758
Putra Kalbar I Hotel
Melati
. Diponegoro 32, Singkawang
631430
Restu Hotel
Melati
Stasiun 77, Singkawang
636904
Sankubana Hotel
Melati
Gunung Kerinci, Singkawang
631990
Wisata Hotel Singkawang
Melati
P. Diponegoro 59, Singkawang.
632047   
Putra Kalbar III Hotel


Jl P Diponegoro 27 Melayu, Pasiran Singkawang 79122 Kalimantan Barat
631551
Wisma Tanjung Hotel

Yohana Godang, Singkawang
631460

Pondok Pasantren di Singkawang

Berikut beberapa pondok Pasantren di Singkawang

  1. Pondok Pasantren Ibnu Taimiyah Sedau Singkawang. Lokasi : Pantai Sedau.
  2. Pondok Pasantren Ushuluddin Singkawang. Jln. Ali Anyang Singkawang


Pasantren Tetap Menjadi Pilihan 

Pasantren masih menjadi pilihan bagi para orang tua di Singkawang untuk menyekolahkan anak-anaknya. Kedua pasantren di atas adalah salah satu dari sekian banyak pasantren yang terbilang sukses di kalimantan barat. Ribuan alumni dilahirkan dari kedua pasantren ini sejak awal berdiri. 

Alhamdulillah masih banyak madrasah dan pesantren, bahkan semakin banyak, dan kualitasnya semakin baik, berdiri dengan mandiri, jauh dari campur tangan pemerintah. Bahkan banyak yang lebih bagus dari sekolah negeri, menjadi tempat favorit para orang tua yang menginginkan pendidikan berkualitas, idaman para juara kelas dan murid teladan. Dan sekolah itu bernama pesantren, bukan sekolah umum.

Adalah sebuah cita-cita kami dan mungkin juga umat Islam, bahwa seluruh sekolah agama baik madrasah mau pun pesantren seluruhnya memiliki kualitas setara, seperti pesantren-pesantren yang sudah maju, khususnya di Singkawang baik Salafiyah maupun pondok modern.

Daftar Rumah Sakit di Singkawang

Berikut Daftar Rumah Sakit yang ada di Kota Singkawang

  1. Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Aziz Singkawang. Jl. Dr Soetomo No. 28, Singkawang. Telp. 0562-631798
  2. Rumah Sakit Tingkat IV Singkawang. Jl. Perwira No.H 15 Singkawang. Telp. 0562-631427
  3. Rumah Sakit Santo Vincentius. Jln. Diponegoro No 5 Singkawang. Telp. 0562 636768
  4. Rumah Sakit Umum Harapan Bersama. Jln. Belitung No 61 Singkawang. Telp. 0562 631791  

Demikian daftar Rumah Sakit yang ada di kota Singkawang.

Sedekah Singkawang Akan Bagikan 1000 Paket Buku

Pada bulan Desember 2014, di penghujung akhir tahun. Sedekah Singkawang akan membagikan 1000 Paket Buku & Alat Tulis kepada siswa - siswi SD/MI di Kota Singkawang. Hal ini untuk membantu sekaligus memotivasi para siswa untuk belajar dan meningkatkan prestasi yang telah dicapai. 
Hal ini dilakukan juga dalam dalam rangka Pemenuhan hak-hak dasar anak untuk menunjang tumbuh kembang Anak agar tercipta generasi muda yang cerdas dan dapat dibanggakan, dan kami sangat sadar bahwa tanpa adanya kerjasama dan partisipasi dari  para Masyarakat (Donatur) kegitan ini tidak akan berjalan dengan lancar dan sempurna.
Partisipasi dari para Donatur  akan sangat bemanfaat dan menjadikan sebuah perubahan yang lebih baik bagi anak-anak terlantar agar kita semua bisa menghantarkan mereka menjadi anak-anak yg berprestasi, mandiri, punya etika dan akhlak yang baik serta menghormati dan mau saling membantu meringankan beban sesamanya bila mereka sukses kelak.
Dana yang kami terima dari Semua TEMAN-TEMAN DONATUR  akan digunakan untuk pembelian paket buku, adapun harga satu paket yang kami bebankan kepada donatur adalah sebesar : 15.000 Per Paket. Sehingga untuk 1000 Paket tersebut memerlukan Rp. 1.500.000
Kami hanya bisa mengucapkan TERIMAKASIH Semoga segala kebaikannya mendapatkan limpahan rezeki serta selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT
Proses Penyaluran Bantuan
Proses penyaluran akan dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2014. Sedangkan pengumpulan dana berlangsung hingga 10 Desember 2014. Bagi para pembaca, silahkan 0852 5261 5026 (Denie)


Innalillahi ; Seorang Nenek di Singkawang Gantung Diri

Sekitar pukul 14.00, Kamis (23/10) kemarin seorang nenek tewas gantung diri di kediamannya, di Kelurahan Kuala, Singkawang Barat. Diduga korban nekat menghabiskan nyawanya karena kesal dengan penyakit yang diderita tak kunjung sembuh.
Pada saat kejadian korban hanya sendirian tidak ada pihak keluarga di rumah. Sehingga pelaku nekad menggantung diri di tiang pintu kamar dengan menggunakan kabel listrik.
“Awalnya kami tidak menduga, ibu nekad bunuh diri. Selama ini ibu memang sering mengeluh karena sakitnya tidak kunjung sembuh. Kakinya membengkak selama lima bulan akibat tertusuk kayu,” ucap anak perempuan korban, kepada Pontianak Post.
Dia menyampaikan pada saat kejadian tidak ada orang di rumah. Dirinya pada saat itu berada di kediamannya sendiri yang tidak jauh dari rumah ibunya tersebut.
Ia mengatakan setiap pagi dirinya selalu pulang kerumah ibunya untuk memasakan makanan. Sedangkan adik laki-lakinya ini yang tinggal berdua bersama ibunya. Tapi, adiknya ini setiap harinya selalu tidak ada di rumah karena bekerja.
“Di rumah ini hanya ada ibu dan adik. Hanya mereka berdua. Kalau pagi hingga sore, adik saya bekerja. Jadi tidak ada yang menemani, saya hanya sebentar-sebentar saja menjenguk,” paparnya.
Kapolsek Singkawang Barat AKP Suhar membenarkan adanya nenek tua mati gantung diri. Dari keterangan saksi yang terlebih dahulu ke rumah. Akhirnya ia kembali lagi dan mengatakan kepada Bong Fun Khian yang pada saat itu berada di luar rumah.
Setelah itu saksi kedua, Fun Khian pun masuk dan melihat langsung di ruangan keluarga atau ruang tamu. Tepat di depan kamar mendapati korban sudah tergantung dengan menggunakan tali kabel warna putih yang terikat di tiang kamar, posisi kaki kanan korban menginjak kursi plastik warna biru dan kaki kiri menjejak lantai.
Disamping itu saat kejadian korban memakai kaos putih lengan panjang dan memakai celana panjang warna abu-abu. Di bawah korban terdapat cairan warna coklat kekungi-kuningan (urine).
“Adapun penyebab korban gantung diri masih belum di ketahui. Namun dari keterangan saksi, korban diduga terkena penyakit kencing manis yang dideritanya tak kunjung sembuh dan korban merasa putus asa,” paparnya. (irn)

Sumber : Pontianakpost

Jama'ah Haji Asal Singkawang Telah Kembali Pulang



Sekitar pukul 14.45 Wib, rombongan jamaah haji asal Kota Singkawang tiba. Isak tangis terlihat saat pertemuan keluarga dalam menjemput kedatangan jamaah sepulang menunaikan ibadah haji.
“Senang rasanya kedua orangtua tiba dengan kondisi sehat. Hampir sebulan ditinggal kedua orangtua. Sekarang mereka tiba dengan selamat. Alhamdulillah,” ucap Pipit (28), seorang ibu rumah tangga dari Jalan Pramuka, Keluarahan Condong, Kecamatan Singkawang Tengah, Kamis (23/10).
Dia menuturkan, selama di tinggal kedua orangtua menunaikan ibadah haji. Pihak keluarga di rumah baik-baik saja. Serta tidak lupa pihak keluarga di rumah selalu berdoa supaya kedua orangtua kusuk menjalankan ibadah di tanah suci mekah.
Ia menyampaikan rasa sukurnya kehadiran Allah SWT, atas kenikmatan yang telah dianugrahkan, menjadikan kedua orangtuanya sebagai haji mabrur. Serta senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikanNya.
“Semoga amal dan kebajikan orangtua saya di terima Allah SWT. Dan semoga senantiasa orangtua saya diberikan kesehatan dan diampunkan segala dosa yang telah diperbuat di dunia, amin,” ucap dia saat di dampingi kedua orangtuanya, H. Paningun (63) dan Hj Rushamimah (52).
Di tempat sama kehadiran rombongan jamaah haji juga disambut Walikota Singkawang Awang Ishak berserta jajarannya. Jabat tangan pun diulurkan oleh orang nomor satu di Kota Singkawang tersebut. Tak hanya itu dirinya juga mengucapkan selamat datang kepada rombongan jamaah yang telah menunikan ibadah haji di tanah suci mekah.
“Syukur Alhamdulilah, seluruh jamaah haji asal Kota Singkawang pulang dengan selamat. Semoga para jamaah haji kita menjadi haji yang mabrur,” ucap dia.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang Jawani menturkan keseluruhan jamaah haji ada 79 orang yang berangkat. Begitu juga sebaliknya, jamaah haji yang pulang juga sama jumlahnya.
“Saya ucapkan selamat datang kepada jamaah haji. Apabila ada kesalahan panitia terhadap pelayanan jamaah haji, pihaknya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga jamaah haji yang telah menunikan ibadah ke tanah suci menjadi haji yang mabrur, amin,” ungkapnya. (irn)

Sumber : Pontianakpost

Desa Wisata Singkawang Masuk 10 Besar Nasional

Ilustrasi Sumber : Travel Kompas

Desa Bagak Sahwa, Kecamatan Singkawang Timur, masuk nominasi 10 besar desa wisata tingkat nasional setelah melalui dua tahap penilaian yakni administrasi dan kegiatan.

"Bagak Sahwa berhasil menyisihkan ratusan desa wisata lainnya dari seluruh Indonesia," kata Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Singkawang, Suparyanto saat dihubungi di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (23/9/2014).

Menurut Suparyanto, pada tahap penilaian administrasi diikuti oleh 180 desa wisata se-Indonesia. Kemudian, diseleksi menjadi 30 desa wisata termasuk Bagak Sahwa di dalamnya.

Sedangkan pada tahap kedua, lanjut Suparyanto, penilaian kegiatan di desa wisata, Bagak Sahwa berhasil masuk nominasi 10 besar. Penyerahan penghargaan desa wisata tingkat nasional nantinya akan dilakukan di Desa Wisata Pakraman Jasri, Kabupaten Karangasem, Bali pada tanggal 27 September 2014.

Selain Bagak Sahwa, Singkawang juga mendapat penghargaan lain yang diperoleh Fantasi Island yang terletak di Tanjung Bajau, Kawasan wisata Sinka Island Park. "Fantasi Island telah mendapatkan Penghargaan Sapta Pesona toilet umum bersih di taman rekreasi buatan tahun 2014," katanya.

Penghargaan ini rencananya akan diserahkan pada tanggal 25 September 2014 di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Desa wisata Bagak Sahwa terbentuk pada tahun 2011 di bawah binaan Disbudparpora Kota Singkawang, dengan membentuk kelompok PNPM Pariwisata dengan nama PNPM Pabayo Gagas. "Mereka telah mendapat bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," ujar Suparyanto.

Kota Singkawang merupakan kota tujuan pariwisata di Kalimantan Barat. Selain wisata alam, juga dikenal dengan kulinernya yang terkenal hingga mancanegara seperti rujak Singkawang, bakso dan bakmi kering.

Sumber : Travel Kompas

Singkawang Siap Cetak Penghafal Al Qur'an

Singkawang. Siapa sangka, kota yang dikenal dengan julukan kota amoy ini miliki beberapa penggagas aktivitas penghafal Al Qur'an. Jika dibandingkan dengan kota lain di Kalimantan Barat, Singkawang lebih maju dalam hal gerakan ini. Sebut saja Rumah Tahfidz Qur'an Kholishoh di Komplek Kholisoh dan Permata Hijau ini, dan beberapa Rumah Tahfidz lainnya.

Gerakan sosial keagamaan melalui Rumah Tahfidz Qur'an ini merupakan aktivitas yang sudah dimulai sejak hampir 3 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2011. Bagi anda yang kebetulan berasal dari Singkawang, tentu ini sangat membanggakan. Di tengah maraknya pergaulan bebas pada remaja - remaja di Singkawang, ada sekelompok anak yang mulai gagas gerakan menghafal Al Qur'an.


Apa Itu Sedekah Singkawang



Perkenalkan nama saya Denie, saya tinggal di Kabupaten Sambas. Semenjak tiga tahun yang lalu, atau tepatnya 10 Januari 2011 saya dan tentu saja teman - teman yang lain menggagas sedekah sambas, sebuah gerakan sosial kemanusiaan yang memfokuskan diri kepada aktivitas tolong menolong, sosial kemanusiaan.

Tiga bulan setelahnya, saya mendampingi salah satu pasien penderita tumor tulang, yakni Diana, asal Tebas Sungai, kecamatan Tebas. Dari sinilah aktivitas sosial kemanusiaan tersebut menjarah kemana-mana, bedah rumah, bantuan untuk jompo dhuafa dan lain sebagainya. Salah satu yang kemudian menjadi fokus perhatian kami adalah agenda asistensi pasien dhuafa.

Kini saya mengaggas kembali SedekahSingkawang, yang secara khusus untuk membantu masyarakat Singkawang yang memerlukan bantuan apa saja. Ini tentang biaya sekolah yang belum terbayar, beras yang belum terbeli, sakit yang tak kunjung sembuh dan semua hal yang sekiranya memerlukan bantuan.

Ayo bergerak bersama Sedekah Singkawang ....


Sedekah Singkawang Agendakan Asistensi Pasien Dhuafa

Sedekah Singkawang pada tahun 2015 ini akan agendakan asistensi atau pendampingan pasien - pasien dhuafa, pasien miskin yang berasal dari kota Singkawang. Hal ini dilakukan untuk membantu para pasien yang memerlukan bantuan dengan pertimbangan dana, urusan di rumah sakit dan lain sebagainya.

Sebagai ilustrasi sebagaimana yang dilakukan oleh Sedekah Sambas, bahwa seorang pasien dhuafa yang menurut dokter harus dirujuk ke Rumah Sakit yang lebih tinggi dari rumah sakit daerah tentu memerlukan biaya, terutama berkaitan dengan biaya operasional selama urusan di rumah sakit tersebut. Misalnya sebut saja Indani, pasien tumor asal Tekarang yang pernah didampingi oleh Sedekah Sambas. Indani harus dirujuk ke RSCM Jakarta, karena minimnya darah Rhesus negatif di Pontianak. Sehingga untuk ke Jakarta, berikut dengan waktu yang diperlukan, Indani memerlukan banyak biaya untuk berangkat ke Jakarta dan selama pengurusan di sana.

Oleh sebab itu, Sedekah Singkawang akan menjalankan program ini, bermitra dengan Sedekah Sambas untuk program asistensi pasien dhuafa yang memerlukan bantuan khusus. 

Bandara Bakal dibangun di Singkawang


Singkawang. Pembangunan bandar udara di Kota Singkawang, Kalimantan Barat akan semakin mendekati kenyataan seiring rencana penandatanganan nota kesepakatan bersama dengan Kementerian Perhubungan.

Berdasarkan informasi dari Media Center Singkawang, Selasa bahwa pada hari ini akan dilakukan penandatanganan antara Wali Kota Awang Ishak dengan pihak Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan di Jakarta.

Penandatanganan itu berdasarkan surat Kementerian Perhubungan tertanggal 11 Februari 2014 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Perhubungan Udara, Arfiyanti Samad, nomor UM.202/17/1/DJPU.KUM-2014.

Surat tersebut menjelaskan perihal penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Singkawang dengan Kementerian Perhubungan tentang pembangunan dan pengembangan Bandar udara baru di Kota Singkawang.

Rencananya penandatanganan kesepakatan ini akan dihadiri Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya dan beberapa kepala dinas teknis dari Pemkot Singkawang. Gunawan, warga Kota Singkawang menyambut baik rencana penandatanganan pembangunan bandara tersebut.

"Selama ini, masih sebatas wacana. Kalau sudah ada kesepakatan tertulis, berarti pembangunannya tinggal menunggu waktu saja," kata Gunawan.

Ia berharap, kalau terwujud, maka Singkawang akan semakin mudah dijangkau dari luar Kalbar maupun luar negeri. Letak Singkawang juga strategis karena dekat dengan Singapura serta kawasan lain di Asia Tenggara. Kota Singkawang selama ini dikenal sebagai pusat wisata dan budaya di Kalbar dengan jarak sekitar 145 kilometer dari Kota Pontianak


Sumber : ROI

Komunitas Darah Segar Singkawang

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan darah di kota Singkawang, sejumlah anak muda digawangi oleh Erwin, menggagas sebuah komunitas pendonor, yakni Komunitas Darah Segar Singkawang. Hal ini dilakukan untuk turut serta membantu sosialisasi kerelawanan sosial, dalam hal ini kerelawanan mendonor darah bagi pasien - pasien yang memerlukan.

Komunitas Darah Segar Singkawang ini setidaknya mengumpulkan database pendonor di SIngkawang, yang kemudian secara berkala membantu pemenuhan kebutuhan darah di Singkawang.

Fenomena Gunung Es; Warga Miskin di Singkawang

Singkawang. Jumlah warga miskin di Kota Singkawang cukup besar. Jauh lebih besar dibandingkan yang terdata. Fenomenanya seperti gunung es, hanya sedikit yang muncul permukaan.

“Orang kurang mampu di Kota Singkawang memang cukup besar,” kata Drs Muslimin MSi, Kepala Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Singkawang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/10) lalu.

Berdasarkan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPPS) 2011 tercatat 13.588 Rumah Tangga Miskin (RTM). “Kalau kita asumsikan dalam satu Kepala Keluarga (KK) ada lima orang, maka jumlahnya sekitar 70 ribu atau sekitar 30 persen penduduk Kota Singkawang yang jumlahnya mencapai 250 ribu jiwa,” papar Muslimin.

Sedangkan berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Singkawang, sekitar 23 ribu KK yang masuk kategori RTM. “Jadi sebenarnya, potensi orang miskin itu besar juga, cuma yang kelihatannya saja sedikit,” tegas Muslimin.
Masyarakat kurang mampu yang mendapat program perlindungan sosial, atau yang mengantongi Kartu Perlindungan Sosial (KPS) 7.845 Rumah Tangga Sasaran (RTS) dan Program Keluarga Harapan (PKH) 854 RTS. “Pak Walikota menginstruksikan untuk melakukan pendataan ulang atau verifikasi ulang data orang yang tidak mampu, agar datanya lebih valid,” jelas Muslimin.

Verifikasi ulang data warga kurang mampu ini, kata Muslimin, memang sebaiknya melibatkan Rukun Tetangga (RT), karena merekalah yang lebih mengetahui kondisi warganya. “Tetapi juga perlu tenaga pendamping lainnya yang memberikan pelatihan dan sosialisasi serta crosscheck ulang data,” ujarnya.

Pendampingan tersebut, jelas Muslimin, tentunya juga menjadi tugas Dinsosnakertrans Kota Singkawang. “Tugas kita memang cukup banyak, selain menangani orang kurang mampu, juga orang telantar, kurang waras serta mayat tanpa identitas,” ungkapnya.
Untuk melaksanakan berbagai tugas tersebut, kata Muslimin, Dinsosnakertrans dihadapkan pada kekurangan anggaran. “Anggaran kita terbatas sekitar Rp 400 juta untuk satu tahun. Padahal tugas lain juga banyak di dinas ini,” tuturnya.

Diantaranya menyangkut program pengadaan lahan wakaf sekitar 0,5 hektar yang memakan alokasi anggaran Rp 400 hingga Rp 500 juta. Tetapi hal itu dicoret dari mata anggaran RAPBD 2014. Sangat disayangkan, padahal program ini sangat penting. “Sejak saya menjabat sebagai Kepala Dinsosnakertrans saja, sudah ada sekitar empat hingga lima mayat tanpa identitas. Untuk menguburkannya tentu sulit, karena susah mencari lahan wakaf untuk mengubur mayat tanpa identitas,” pungkas Muslimin. (dik)

Sumber : Rakyat Kalbar

Kebutuhan Darah di Singkawang Terus Meningkat

Singkawang, Sedekah Singkawang - Direktur Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Singkawang dr Kasijanto mengungkapkan, kebutuhan darah di Singkawang berubah setiap bulannya, dan terus memperlihatkan tren meningkat.  
“Untuk tahun 2013, rata-rata darah yang dibutuhkan untuk transfusi adalah 344 kantong per bulan, dan kebutuhan ini terus meningkat. Sementara di sisi lain, PMI juga tidak memilki stok yang mengcukupi,” katanya, Selasa (28/1) saat ditemui di ruang kerjanya. 

Kebutuhan darah yang banyak, tanpa ditopang donor yang mencukupi, membuat calo darah bermunculan. Calo darah adalah istilah untuk donor pengganti yang meminta imbalan, maupun pihak ketiga yang memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan dari batuan orang lain. 
Menurut Kasijanto, ketika tak ada keluarga yang bisa jadi pendonor, biasanya di sinilah muncul praktik percaloan darah. “Mereka pura-pura ingin menolong, tapi sebenarnya justru mencekik,” katanya. 

Kasijanto menceritakan sekelumit praktik calo darah di Singkawang. Ada yang perlu darah datang ke dia, minta tolong. Kemudian didonor dan meminta sejumlah uang. “Bisa juga orang lain yang menyumbangkan darah, tapi dia memasang tarif tertentu agar yang memerlukan, membayar padanya lalu dibagi dengan pendonor,” katanya.
Dia menegaskan, praktik jual-beli darah tidak dibolehkan. Hal tersebut sesuai dengan aturan yang sudah dikeluarkan pemerintah.  
“Tidak boleh. Seharunya darah tidak diperjualbelikan. Tapi yang terjadi sekarang, antara kebutuhan darah dengan donor belum berimbang. Lebih banyak jumlah yang memerlukan,” katanya. 
Agar tak menjadi korban calo, dia mengingatkan kepada warga yang memerlukan darah agar datang langsung ke PMI demi meminta informasi apa saja yang harus dipenuhi. Selain itu, jika memang tak ada stok darah, lebih baik keluarga sendiri yang diminta menjadi pendonor. 
Untuk pemgambilan darah di PMI sendiri, ada biaya pengganti Rp250.000. Besaran tersebut digunakan untuk berbagai keperluan seperti menguji kondisi darah yang di sumbangkan, serta keperluan lainnya. “Besarannya juga ditetapkan gubernur dan Walikota. Jadi bukan kita asal menetapkan,” ujarnya. 
Keberadaan calo darah juga diungkapkan koordinator Aksi Komunitas Darah Segar (Komdas) Singkawang, Erwin Susanto. Dalam aksi sosialisasi sekaligus deklarasi Komdas, bersama rekannya,  Erwin Susanto menginformasikan ke masyarakat akan pentingnya mendorkan darah. Selain menjaga kesehatan, juga mengantisipasi keberadaan calo darah.
“Informasi yang kita himpun, ada warga yang sampai harus membayar Rp1 juta untuk satu kantong darah. Kita harap dengan sosialisasi terus ke masyarakat, semua bisa paham,” katanya. 
Dia juga mengungkapkan, aksi bagi brosur itu juga menginformasikan ke warga kenapa waktu mengambil darah kita harus membayar Rp250.000. Tentu jika masyarakat paham dan mau secara suka rela mendonorkan darah, praktik calo bisa ditekan. “Setidaknya kita bisa beramal. Selain itu, donor darah juga menyehatkan,” katanya. (eddy/toeb)

113 Stand Ramaikan Singkawang Expo 2014

Sebanyak 113 stand pameran mengikuti Singkawang Expo dalam rangka memperingatai Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Singkawang ke 13 yang di buka secara resmi oleh Wakil Walikota Singkawang, H Abdul Mutalib, Jum’at (17/10) di terminal Induk.
Stan yang ada terdiri dari SKPD Kota Singkawang sebanyak 31 peserta, instansi vertikal sebanyak dua peserta, perbankan sebanyak dua peserta, perusahaan asuransi satu peserta, perusahaan property lima peserta, perusahaan swasta sebanyak tujuh peserta, IKM dua peserta, perusahaan pasar modern tiga peserta. Kemudian ditambah 60 stand dari Pedagang Kaki Lima (PKL).
Wakil Walikota Singkawang, H Abdul Mutalib menyatakan mengharapkan dalam kegiatan Signakwang Expo, menjadi ajang promosi oleh seluruh peserta. “Jadikanlah ajang promosi, kemudian sebagai wadah saling mengenal produk satu dengan yang lain,” kata Abdul Mutalib, Jumat (17/10).
Menurutnya,  apa yang dilakukan merupakan bentuk pembangunan. Yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga pembangunan di segala bidang harus lebih banyak diperankan oleh seluruh masyarakat dan pihak swasta.
“Pemerintah hanya bertindak sebagai pelayan dan fasilitator serta lebih fokus pada pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur dan fasilitas umum untuk kepentingan publik,” katanya.
Pembinaan dan pengembangan masyarakat melalui berbagai usaha ekonomi, lanjutnya, memang merupakan suatu kewajiban pemerintah yang berfungsi sebagai fasilitator. “Karena itu keberadaan usaha di dalam masyarakat baik itu dalam bentuk sentral usaha kecil menengah secara umum mencerminkan wujud dari kehidupan perekonomian masyarakat kita,” katanya.
Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Singkawang, Hendryan menyebutkan kegiatan Singkawang Expo, sebagai wadah memperkenalkan produk dan potensi daerah bagi pelaku usaha, IKM, UMKM, dalam meningkatkan mutu produk, sebagai tolok ukur masyarakat terhadap produk Kota Singkawang dan produk dalam negeri pada umumnya dalam rangka menuju pasar yang lebih luas.
“Kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran bagi pengusaha UMKM tentang cara-cara promosi agar produknya dikenal oleh masyarakat luas. Memberikan informasi kepada masyarakat khususnya Kota Singkawang terhadap hasil pembangunan yang telah dicapai,” katanya.
Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat, IKM, UKM, serta koperasi di Kota Singkawang  mampu bersaing di pasar lokal, regional dan internasional. Serta memupuk kecintaan, kepercayaan dan kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal serta memberikan gambaran usah terhadap kontribusi pencapaian bagi kemandirian usaha terhadap pembinaan yang telah dilakukan lembaga terkait.(fah)

Sumber : Pontianakpost

STIT Singkawang Kembali Gelar Wisuda

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syarif Abdurahman Kota Singkawang kembali mewisuda Sarjana Program Strata Satu Program Pendidikan Agama Islam.
Ketua STIT Syarif Abdurrahman, Arnadi Arkan mengatakan jika sekarang usai STIT sudah 24 tahun. Sepanjang perjalananan itu STIT sudah meluluskan 1.325 Sarjana Pendidikan Agama Islam.
Para alumni inipun, jelas dia sudah tersebar di berbagai daerah di Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Kepulauan Riau. Mereka terserap di lembaga-lembaga pemerintahan sebagai PNS dan Swasta. “IPK tertinggi kita, 3,75,” kata dia.
Arnadi menyebutkan jika di era reformasi semakin membutuhkan SDM yang terampil dan memiliki kompetensi yang jelas. Termasuk Guru Pendidikan Agama Islam. Karena itu, sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memproduksi Guru Pendidikan Agama Islam maka STIT Syarif Abdurrahman harus terus menerus melakukan sinkronisasi dengan kondisi kekinian dan mampu memprediksi kebutuhan pada masa yang akan datang.
“Kami berkeyakinan STIT ini bisa menjadi kebanggan umat Islam di Kalbar, khususnya di Singkawang dan bersatu padu menyonsong kemajuan,” harapnya.
Untuk mencapai itu, lanjut dia, STIT akan melakukan perbaikan pada komponen pokok seperti peningkatan kualifikasi akademik tenaga dosen, sarana dan prasarana perkuliahan, serta bentuk-bentuk pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap wisudawan dan wisudawati bisa terus menerus mengasah kemampuan diri untuk menjadi Guru Agama Islam yang memiliki potensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional yang tinggi,” kata dia.
Lebih lanjut Arnadi berterima kasih kepada orangtua wali mahasiswa dan keluarga yang telah memberikan kepercayaan untuk mendidik anak-anaknya. “Saya mohon maaf jika dalam proses perkuliahan hingga selesaia ada hal-hal yang kurang berkenan,” kata dia.
Dia juga berterima kasihs kepada Pemkot Singkawang dan Pemprov Kalbar yang sudah berkenan memberikan kesempatan kepada STIT Syarif Abdurrahman untuk berkiprah membantu pemerintah daerah khususnya dalam membanguun sumber daya manusia di bidang pendidikan, searah amanat UU Pendidikan. (mse/pk)

Sumber : Pontianapost

KLB DBD Singkawang Gelar Fogging

Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), membuat Dinas Kesehatan Kota Singkawang bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Harapan Bersama (RSUHB). Dua instansi tersebut melakukan fogging atau pengasapan nyamuk di beberapa kelurahan di kota ini.
Wilayah yang telah mendapatkan fogging, diantaranya lima titik di Kelurahan Sijangkung, tepatnya di RT 08 dan RT 09. Kemudian RT 01 kelurahan Condong, RT 11 Sungai Garam, RT 42 Perumnas. Kemudian pada Jumat (17/10) dilanjutkan fogging di Kelurahan Kuala dan RT 02 Kelurahan Condong.
\Direktur RSU Harapan bersama Heri Bertus MARS menyebutkan penentuan daerah yang mendapatkan fogging berasal dari data Dinas Kesehatan Kota Singkawang. Dengan berdasarkan kasus yang sudah ditemukan di tempat tersebut.
“Setelah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Singkawang, disepakati program fogging bersama RSU HB Singkawang dilaksanakan karena kasus DBD terus meningkat,” kata dr Heri.
Disebutkannya, sesuai hasil observasi dari dr Theresia. Gejala DBD seperti pelana kuda, yakni setelah demam tiga sampai empat hari, pasien mengalami shock. Kaki dan tangan dingin. “Bahkan kita mencurigai ada varian baru dan hasil observasi dr Theresia ini sudah disampaikan ke Dinas Kesehatan Kota Singkawang,” katanya.
Sementara mengenai jumlah DBD, sebutnya, hingga sekarang jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakitnya mencapai seratusan lebih.(fah)

Sumber : PontianakPost

Singkawang Nyatakan KLB DBD

Dinas Kesehatan Singkawang menetapkan Demam Berdarah sudah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal itu mengacu pada meningkatkanya kasus DBD beberapa waktu belakangan.
“Kita sudah sampaikan ke Wali Kota mengenai hal ini. Sebab status KLB harus di SK kan,“ kata Kadiskes Ahmad Kismed kepada Tribunpontianak.co.id, Kamis (16/10).
Kismed menjelaskan, lonjakan kasus DBD terjadi pada minggu ke 36 atau awal September. Jumlahnya hingga tiga kali lipat.
“Minggu ke 35 ada lima kasus. Lalu di minggu 36 ada 14 kasus dan di minggu 37 ada 17 kasus,“ paparnya.

Penetapan KLB ini pernah terjadi pada 2009 bahkan se Kalbar. Hal ini, menunjukkan adanya siklus lima tahunan DBD di kota ini. “Pada 2009 angka kita mencapai 942 dengan kematian 10. Tahun berikutnya kasus menurun hingga terjadi lonjakan kembali di tahun ini," katanya.
Kadiskes menjelaskan, dilihat dari kelompok umur, anak-anak di usia lima hingga 15 tahun berada di jumlah teratas, 97 disusul anak usia satu hingga lima tahun dengan jumlah 67. “90 persen yang terkena DBD itu anak-anak. Di usia ini mereka memang rentan karena daya tahan tubuh tak sekuat orang dewasa,“jelasnya.

Pemkot Singkawang Akan Berikan Iuran JKN Bagi Keluarga Miskin

Pemkot Singkawang berencana memberikan bantuan iuran JKN bagi keluarga miskin di kota ini mulai 2015. Pemkot akan melakukan pendataan semaksimal mungkin di sisa waktu yang ada.
Kabid Sosial Buddaya Bappeda Singkawang, R Arso Budi Riyadi mengatakan saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan instansi terkait rencana pendataan. Secara teknis, menurutnya memang berada di Bappeda dan Disosnakertrans.
Penerima bantuan iuran dari APBD, menurutnya adalah perorangan. Pihaknya mengupayakan validasi dan verifikasi data selesai tahun ini sehingga langsung bisa dianggarkan dalam APBD 2015.
“Dari data PPLS 2011 ada 13 ribu warga miskin yang tak masuk dalam Jamkesmas. Sekarang kita akan verifikasi bersama Disosnaketrans melalui PSM, dan pihak tekait lainnya,“ kata dia, Selasa (14/10/2014).
Ada empat belas kriteria miskin yang menjadi indikator BPS. Untuk Pemkot sendiri, kriteria itu akan diadaptasi sesuai kondisi yang ada di daerah.
“Sedang kita koordinasi dan kompilasi serta hitung jumlah petugas yang akan diturunkan agar optimal di lapangan. Kita juga sedang membuatkan standarnya,“ kata dia.

Miris Guru Agama Islam SD dan MI di Singkawang

Disdik Singkawang melakukan tes mengaji dan tulisan Arab untuk guru Agama Islam tingkat SD dan Madrasah Ibtidaiyah se-Kota Singkawang, Kamis (9/10/2014). Hasilnya, dari 107 guru hanya 22 orang yang fasih dan membaca sesuai kaidah tajwid.
"Kemudian kategori lancar namun kurang fasih dan kurang menguasai kaidah tajwid ada 36 atau 33,64 persen. Kategori C yang kurang lancar 27 orang atau 25,23 persen. Terakhir yang parah sekali, seperti orang baru belajar mengaji ada 22 orang atau 20,56 persen," katanya kepada awak media, Jumat (10/9/2014).
Kadisdik M Nadjib mengatakan, tes dilaksanakan untuk menjawab adanya kabar mengenai guru agama Islam tidak lancar membaca Alquran. Hal tersebut tentu perlu dibuktikan agar tak sekadar menjadi gosip.
"Kita tak mau hanya sekadar menerima gosip. Kita lakukan tes dan ternyata sinyalemen orang itu memang ada benarnya juga," paparnya.
Dari data yang diperoleh ini menjadi dasar pihaknya untuk memberikan pelatihan dasar mengaji kepada para guru. Mereka yang lancar dilatih agar fasih, kemudian yang belum lancar dilatih agar menjadi lancar. Pihaknya juga akan melakukan tes kepada guru mata pelajaran lainnya sesuai kompetensi, agar bisa memetakan kondisi ril guru yang ada.


 
© 2009 Sedekah Singkawang | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan