Kebutuhan Darah di Singkawang Terus Meningkat

Singkawang, Sedekah Singkawang - Direktur Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Singkawang dr Kasijanto mengungkapkan, kebutuhan darah di Singkawang berubah setiap bulannya, dan terus memperlihatkan tren meningkat.  
“Untuk tahun 2013, rata-rata darah yang dibutuhkan untuk transfusi adalah 344 kantong per bulan, dan kebutuhan ini terus meningkat. Sementara di sisi lain, PMI juga tidak memilki stok yang mengcukupi,” katanya, Selasa (28/1) saat ditemui di ruang kerjanya. 

Kebutuhan darah yang banyak, tanpa ditopang donor yang mencukupi, membuat calo darah bermunculan. Calo darah adalah istilah untuk donor pengganti yang meminta imbalan, maupun pihak ketiga yang memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan dari batuan orang lain. 
Menurut Kasijanto, ketika tak ada keluarga yang bisa jadi pendonor, biasanya di sinilah muncul praktik percaloan darah. “Mereka pura-pura ingin menolong, tapi sebenarnya justru mencekik,” katanya. 

Kasijanto menceritakan sekelumit praktik calo darah di Singkawang. Ada yang perlu darah datang ke dia, minta tolong. Kemudian didonor dan meminta sejumlah uang. “Bisa juga orang lain yang menyumbangkan darah, tapi dia memasang tarif tertentu agar yang memerlukan, membayar padanya lalu dibagi dengan pendonor,” katanya.
Dia menegaskan, praktik jual-beli darah tidak dibolehkan. Hal tersebut sesuai dengan aturan yang sudah dikeluarkan pemerintah.  
“Tidak boleh. Seharunya darah tidak diperjualbelikan. Tapi yang terjadi sekarang, antara kebutuhan darah dengan donor belum berimbang. Lebih banyak jumlah yang memerlukan,” katanya. 
Agar tak menjadi korban calo, dia mengingatkan kepada warga yang memerlukan darah agar datang langsung ke PMI demi meminta informasi apa saja yang harus dipenuhi. Selain itu, jika memang tak ada stok darah, lebih baik keluarga sendiri yang diminta menjadi pendonor. 
Untuk pemgambilan darah di PMI sendiri, ada biaya pengganti Rp250.000. Besaran tersebut digunakan untuk berbagai keperluan seperti menguji kondisi darah yang di sumbangkan, serta keperluan lainnya. “Besarannya juga ditetapkan gubernur dan Walikota. Jadi bukan kita asal menetapkan,” ujarnya. 
Keberadaan calo darah juga diungkapkan koordinator Aksi Komunitas Darah Segar (Komdas) Singkawang, Erwin Susanto. Dalam aksi sosialisasi sekaligus deklarasi Komdas, bersama rekannya,  Erwin Susanto menginformasikan ke masyarakat akan pentingnya mendorkan darah. Selain menjaga kesehatan, juga mengantisipasi keberadaan calo darah.
“Informasi yang kita himpun, ada warga yang sampai harus membayar Rp1 juta untuk satu kantong darah. Kita harap dengan sosialisasi terus ke masyarakat, semua bisa paham,” katanya. 
Dia juga mengungkapkan, aksi bagi brosur itu juga menginformasikan ke warga kenapa waktu mengambil darah kita harus membayar Rp250.000. Tentu jika masyarakat paham dan mau secara suka rela mendonorkan darah, praktik calo bisa ditekan. “Setidaknya kita bisa beramal. Selain itu, donor darah juga menyehatkan,” katanya. (eddy/toeb)

0 komentar:

Posting Komentar

 
© 2009 Sedekah Singkawang | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan